Tertekan Samsung dan Apple, Huawei Pura X Dipangkas Harga hingga Rp 1,8 Juta

Dexop.com – Persaingan smartphone layar lipat memasuki fase yang semakin agresif. Huawei resmi memangkas harga Huawei Pura X, ponsel lipat vertikal dengan layar lebar andalannya, di tengah meningkatnya tekanan dari Samsung dan Apple yang bersiap meluncurkan generasi terbaru perangkat lipat mereka.
Raksasa teknologi berbasis di Shenzhen itu mengumumkan pemotongan harga hingga 800 yuan atau setara sekitar Rp 1,8 juta untuk Huawei Pura X, yang pertama kali diperkenalkan pada Maret lalu. Penyesuaian harga ini mulai berlaku di pasar domestik China sejak akhir pekan lalu.
Dengan diskon tersebut, Huawei Pura X kini dibanderol mulai 6.899 yuan. Langkah ini dipandang sebagai strategi defensif sekaligus ofensif Huawei untuk mempertahankan dominasinya di segmen ponsel lipat, khususnya di China, menjelang gelombang peluncuran besar dari para pesaing global.
Desain Layar Lebar Jadi Pembeda Huawei Pura X
Berbeda dari kebanyakan ponsel lipat bergaya clamshell, Huawei Pura X mengusung pendekatan desain yang tidak lazim. Perangkat ini memiliki layar utama berukuran 6,3 inci dengan rasio aspek 16:10, membuatnya lebih menyerupai tablet mini saat dibuka.
Pendekatan layar lebar ini menjadikan Huawei Pura X menonjol dibanding ponsel lipat vertikal lain yang umumnya mengadopsi rasio layar sempit. Huawei tampaknya membaca peluang bahwa konsumen mulai menginginkan pengalaman multitasking yang lebih nyaman, bahkan pada perangkat lipat berukuran ringkas.
Tak hanya dari sisi desain, Huawei Pura X juga mencatat sejarah sebagai ponsel lipat pertama Huawei yang menjalankan HarmonyOS Next. Sistem operasi ini sepenuhnya dikembangkan secara internal dan tidak lagi kompatibel dengan ekosistem Android, menandai langkah besar Huawei dalam membangun platform mandiri.
Strategi Harga di Tengah Ancaman Samsung dan Apple
Penurunan harga Huawei Pura X tidak terjadi tanpa alasan. Pasar ponsel lipat global tengah bersiap menghadapi eskalasi persaingan, terutama dengan langkah agresif Samsung dan potensi masuknya Apple ke segmen ini.
Sejumlah laporan media Korea Selatan, termasuk ETnews, menyebut Samsung dan Apple tengah menyiapkan ponsel lipat dengan layar lebar dan rasio mendekati 4:3. Format ini dinilai ideal untuk konsumsi konten dan produktivitas, sekaligus menjadi tantangan langsung bagi konsep layar lebar yang diusung Huawei.
Samsung sendiri telah lebih dulu memanfaatkan momentumnya dengan meluncurkan Galaxy Z TriFold di Korea Selatan. Peluncuran global perangkat tersebut sedang berlangsung, dengan debut di Amerika Serikat diperkirakan paling cepat pada kuartal pertama tahun depan.
Sementara itu, iPhone lipat Apple yang telah lama dirumorkan diperkirakan akan meluncur pada 2026. Meski belum resmi, kehadiran Apple diyakini akan menjadi katalis besar bagi industri ponsel lipat secara keseluruhan.
Dominasi Huawei di Pasar China
Di tengah tekanan global, posisi Huawei di pasar domestik masih sangat kuat. Data IDC menunjukkan Huawei menguasai hampir 70 persen pangsa pasar ponsel lipat di China pada kuartal ketiga tahun ini. Dominasi tersebut sebagian besar ditopang oleh portofolio perangkat inovatif, termasuk Huawei Pura X.
Setelah merilis Huawei Pura X bergaya clamshell, Huawei juga memperkenalkan Mate X7 premium bergaya buku di China pada November lalu, sebelum meluncurkannya ke pasar global awal bulan ini. Strategi ini menunjukkan keseriusan Huawei dalam mengamankan seluruh spektrum segmen ponsel lipat.
Namun, peta persaingan di luar China masih berbeda. Menurut Counterpoint Research, Samsung memimpin pasar ponsel lipat global dengan pangsa 64 persen pada kuartal III 2025, sementara Huawei berada di posisi kedua dengan sekitar 15 persen.
Pasar Ponsel Lipat Masih Bertumbuh
Meski persaingan semakin ketat, prospek industri ponsel lipat tetap menjanjikan. Counterpoint mencatat segmen ini tumbuh 14 persen secara tahunan pada kuartal ketiga dan menyumbang 2,5 persen dari total pengiriman smartphone global.
IDC bahkan memperkirakan pasar ponsel lipat akan melonjak hingga 30 persen pada 2026, didorong oleh kehadiran perangkat baru dari Samsung dan Apple. Dalam skenario tersebut, Apple diprediksi mampu merebut lebih dari 22 persen pangsa pasar dan 34 persen nilai kategori pada tahun pertamanya.
Bagi Huawei, pemangkasan harga Huawei Pura X menjadi sinyal bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga fleksibilitas strategi harga untuk bertahan di tengah gempuran pemain besar.
Persaingan smartphone layar lipat kini bukan lagi soal siapa yang paling dulu hadir, melainkan siapa yang paling cepat beradaptasi. Dalam konteks ini, langkah Huawei memangkas harga Huawei Pura X menunjukkan bahwa pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai.




